Tegas Gagasan Keadilan Masyarakat
banner 728x250

Prabowo Terima Kapolri dan Rosan, Fokus Keamanan hingga Investasi

TegakNewsID – Bogor, Kediaman pribadi Presiden di Hambalang mendadak jadi pusat perhatian nasional. Dalam pertemuan tertutup selama satu jam, Prabowo Subianto memanggil langsung Kapolri Listyo Sigit Prabowo untuk membahas isu krusial: dari stabilitas keamanan hingga arah besar transformasi ekonomi Indonesia.

Pertemuan empat mata yang berlangsung intens itu disebut bukan sekadar agenda rutin. Di hadapan Presiden, Kapolri membeberkan laporan terbaru terkait kondisi keamanan nasional serta perkembangan program strategis Polri, termasuk percepatan transformasi digital layanan publik dan pembenahan kualitas sumber daya manusia sejak tahap rekrutmen hingga operasional di lapangan.

Tak hanya soal keamanan, pembicaraan juga merambah ke isu yang lebih luas: bagaimana Polri ikut mengawal program prioritas pemerintah. Mulai dari ketahanan pangan, program makan bergizi gratis, hingga respons cepat terhadap bencana nasional menjadi bagian dari sinergi lintas sektor yang diperkuat.

Di hari yang sama, Hambalang juga menjadi saksi pertemuan penting lain. Presiden menerima Menteri Investasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani. Fokusnya tak kalah strategis: percepatan hilirisasi industri di 13 titik baru yang tersebar di seluruh Indonesia.

Menurut Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, pemerintah tengah menggenjot investasi di berbagai sektor, termasuk pengolahan sampah menjadi energi (waste to energy), sumber daya mineral, hingga industri padat karya seperti pertanian dan garmen. Presiden bahkan menegaskan, hilirisasi tak boleh lagi hanya bergantung pada sektor energi dan tambang.

“Arahnya jelas, hilirisasi harus menyentuh pertanian dan perikanan agar dampaknya langsung terasa ke masyarakat luas,” ungkap Teddy.

Data terbaru menunjukkan arah kebijakan ini mulai membuahkan hasil. Pada kuartal I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp147,5 triliun atau tumbuh 8,2 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Angka ini menyumbang hampir sepertiga dari total investasi nasional yang mencapai Rp498,8 triliun.

Dominasi masih dipegang sektor mineral—terutama nikel, tembaga, dan baja—namun sektor perkebunan, kehutanan, hingga kelautan mulai menunjukkan geliat. Menariknya, lebih dari 75 persen investasi tersebut justru mengalir ke luar Pulau Jawa, menandakan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

Langkah agresif pemerintah ini mempertegas satu pesan: Indonesia tengah dipacu menjadi kekuatan ekonomi berbasis nilai tambah, bukan lagi sekadar pengekspor bahan mentah. Dengan pengawalan ketat aparat dan masuknya investor besar, strategi ini diyakini akan membuka lapangan kerja luas sekaligus mendongkrak daya saing global.

Hambalang pun bukan sekadar lokasi pertemuan melainkan titik konsolidasi kekuatan negara: dari keamanan hingga ekonomi, dari kebijakan hingga eksekusi. Indonesia sedang bergerak cepat, dan semua mata kini tertuju ke arah yang sama. (Zainal Kece)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *