TegakNews. ID – DPD Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Jakarta Barat mulai menyalurkan beras dan minyak goreng bersubsidi, MinyaKita melalui Program Warung Sembako di Pasar Duta Mas, Jelambar, Jakarta Barat.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperkuat stabilitas pangan di tingkat pasar sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga kebutuhan pokok.
Penyaluran tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama antara DPD APPSI Jakarta Barat dan Perum Bulog Kantor Wilayah DKI Jakarta-Banten dalam memperluas distribusi komoditas pangan strategis langsung kepada pedagang dan konsumen.
Ketua DPD APPSI Jakarta Barat, Suparno, mengatakan keberhasilan program ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh tingginya produksi nasional, tetapi juga oleh kemampuan distribusi dalam menjangkau masyarakat dengan harga yang sangat terjangkau
“Kami berkomitmen membantu masyarakat memperoleh beras dan minyak goreng dengan harga yang wajar,harga minyakita HET 15.700. Ketersediaan pangan harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Suparno, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, pasar tradisional memiliki peran yang sangat strategis sebagai garda terdepan distribusi pangan.
Karena itu, keberadaan stok yang memadai harus diimbangi dengan sistem distribusi yang efektif agar tidak terjadi kesenjangan antara ketersediaan barang dan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Pernyataan tersebut sejalan dengan kebijakan pemerintah yang menempatkan ketahanan pangan sebagai agenda prioritas nasional.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan persoalan fundamental yang berkaitan langsung dengan kesejahteraan dan keberlangsungan hidup masyarakat.
Dalam mendukung target tersebut, pemerintah menjalankan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya penguatan cadangan beras nasional, percepatan penyaluran bantuan pangan, serta pembenahan tata kelola distribusi minyak goreng rakyat MinyaKita guna menjaga ketersediaan pasokan dan stabilitas harga di pasaran.
Sementara itu, Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil DKI Jakarta-Banten, Taufan Akib, memastikan stok beras dan MinyaKita dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat..
“Stok beras dan MinyaKita tersedia dalam jumlah yang memadai. Distribusi akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan,” ujarnya.
Kolaborasi antara Bulog dan APPSI Jakarta Barat dinilai menjadi langkah strategis karena melibatkan langsung pedagang pasar tradisional sebagai ujung tombak distribusi pangan.
Skema ini diharapkan mampu memperpendek rantai distribusi, mengurangi potensi gejolak harga, serta memperluas akses masyarakat terhadap bahan pokok.
Secara nasional, pemerintah menargetkan distribusi sekitar 664.888 ton beras dan 132,9 juta liter MinyaKita. Hingga pertengahan Juni 2026, realisasi penyaluran dilaporkan telah mencapai sekitar 20 persen dan terus dipercepat agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah.
Program Warung Sembako yang dijalankan APPSI Jakarta Barat menjadi salah satu instrumen untuk menguji efektivitas distribusi pangan hingga tingkat pasar rakyat.
Di tengah dinamika harga dan tingginya kebutuhan masyarakat, keberhasilan program ini akan sangat ditentukan oleh konsistensi pasokan, ketepatan distribusi, serta kemampuan menjaga harga tetap terjangkau bagi konsumen.







