Tegas Gagasan Keadilan Masyarakat

Karya Sastra Tidak Lahir Dari Kekosongan Budaya

 

Prof. A. Teuw pernah mengatakan bahwa karya sastra tidak jatuh dari langit atau tidak lahir dari kekosongan budaya. Karya sastra harus dipandang sebagai anak zamannya yang mengutarakan corak kehidupan, cita cita, ide, kreativitas dan perilaku masyarakatnya.

Sebagai media, karya sastra dalam hakikatnya adalah interpretasi dalam kehidupan. Dalam artian, kehadiran karya sastra, baik puisi mau pun prosa, selalu memiliki latar belakang yang menjadi penyebab atau sumber inspirasi bagi si pengarang dalam proses kelahiran karya tersebut.

Padahal sesungguhnya, bahasa (ekspresi kata, prasa, ungkapan dan kalimat) tidak mungkin muncul dengan sendirinya tanpa latar belakang pemikiran tertentu.

Dalam menulis sebuah karya, si penulis pasti memiliki tendensi atau tujuan yang hendak disampaikan melalui ungkapan bahasa. Dengan demikian, saya dapat menyatakan bahwa penggunaan bahasa (language) dan kehadiran karya sastra (literatur) tidak bisa terlepas dari konteks sosial budaya si pengarangnya.

Exit mobile version