
JAKARTA, TegakNews.id – Suasana haru dan hangat mewarnai acara Santunan Anak Yatim & Piatu yang digelar One Day One Thousand For Yatim (ODOTFY) pada Ahad, 12 Juli 2026 pukul 16.00 WIB di wilayah RW 09 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.
Acara yang diprakarsai oleh Ustadz Muhammad Zaenudin selaku Ketua ODOTFY ini berhasil mengumpulkan kurang lebih 100 anak yatim dan piatu dari wilayah Pegadungan dan sekitarnya. Mereka datang dengan wajah ceria, menerima santunan berupa uang tunai, paket sembako, dan perlengkapan sekolah.
Kegiatan ini tidak hanya diinisiasi oleh ODOTFY semata, Warga RW 09 Kelurahan Pegadungan bersama sejumlah lembaga dan donatur turut serta menguatkan gerakan kebaikan ini. Dukungan datang dari Masjid Hikmatul Anwar, BAZNAS, Majelis Ta’lim Al Hana, komunitas Rumpun Bambu Bersatu, Dompet Dhuafa, PT. Al Wesam, serta para dermawan yang tidak mau disebut namanya.
“Satu Hari Seribu Rupiah untuk Yatim”
Nama ODOTFY sendiri singkatan dari One Day One Thousand For Yatim.
Filosofinya sederhana: mengajak masyarakat menyisihkan Rp1.000 setiap hari untuk anak-anak yatim.
Dari gerakan kecil itulah, terkumpul dana yang kemudian disalurkan dalam bentuk santunan.
Ustadz Muhammad Zaenudin dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian sosial.
“Kita ingin menanamkan bahwa anak yatim bukan beban, tapi amanah. Mereka berhak mendapat kasih sayang, pendidikan, dan masa depan yang lebih baik. Semoga santunan ini bermanfaat untuk adik-adik, dan menjadi ladang pahala bagi para donatur yang sudah berbagi rezekinya,” ujarnya.
Kebersamaan Warga RW 09 Kelurahan Pegadungan.
Ketua RW 09, Kelurahan Pegadungan yang hadir dalam acara tersebut mengapresiasi ODOTFY dan seluruh pihak yang terlibat. Menurutnya, kegiatan seperti ini turut mempererat silaturahmi antar warga sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong.
“Alhamdulillah warga kami antusias. Bukan hanya memberi, tapi juga ikut menyiapkan tempat, konsumsi, dan mendampingi anak-anak yatim. Ini bukti nyata bahwa Warga Kelurahan Pegadungan punya hati yang besar untuk saling berbagi,” katanya.
Perwakilan dari BAZNAS dan Dompet Dhuafa yang turut hadir juga menyampaikan dukungannya. Mereka menilai program ODOTFY sejalan dengan upaya pengentasan kemiskinan dan penguatan ekonomi keluarga yatim di tingkat akar rumput.
Harapan ke Depan
Acara ditutup dengan doa bersama, pembacaan ayat suci Sl-Qur’an, dan sesi ramah tamah antara donatur, panitia, dan anak-anak. Senyum, tawa dan pelukan menjadi pemandangan yang paling sering terlihat.
ODOTFY berharap kegiatan ini bisa rutin dilakukan setiap beberapa bulan sekali, dan menjangkau lebih banyak anak yatim di wilayah Jakarta Barat.
“Target kami bukan hanya memberi sekali, tapi mendampingi. Dari pendidikan, kesehatan, sampai pembinaan mental. Karena anak anak yatim yang kuat akan melahirkan generasi yang kuat juga,” tutup Ustadz Zaenudin.
Gerakan kecil dengan niat besar. Itulah pesan yang ingin disampaikan ODOTFY dan warga RW 09 Kelurahan Pegadungan: bahwa berbagi tidak harus menunggu kaya, cukup dengan hati yang ikhlas dan Rp1.000 setiap hari.