Tegas Gagasan Keadilan Masyarakat
banner 728x250

Tentara Israel Dihukum Usai Rusak Patung Yesus di Lebanon

TegakNewsID – Jakarta, Dua tentara Israel dilaporkan dicopot dari tugas tempur dan dijatuhi hukuman penjara militer selama 30 hari setelah aksi kontroversial yang memicu kemarahan luas: perusakan patung Yesus di wilayah Lebanon selatan menggunakan palu besar. Insiden ini langsung berubah menjadi sorotan global karena menyentuh simbol keagamaan umat Kristen.

Peristiwa itu terungkap setelah sebuah foto yang beredar di media sosial pada 20 April 2026 memperlihatkan seorang prajurit Israel menghantam kepala patung Yesus yang tersalib di sebuah desa Kristen dekat perbatasan Israel–Lebanon. Patung tersebut sebelumnya telah jatuh dari salibnya di kawasan Debel, wilayah yang masih berada di tengah ketegangan konflik Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon.

Militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) kemudian memastikan keaslian gambar tersebut dan langsung membuka investigasi internal. Hasil penyelidikan menyebut tindakan para prajurit itu “menyimpang total dari perintah dan nilai-nilai militer”. Satu tentara diketahui melakukan perusakan, sementara satu lainnya merekam aksi tersebut hingga viral di dunia maya.

Selain dua pelaku utama, penyelidikan juga menemukan enam tentara lain berada di lokasi kejadian namun tidak melakukan pencegahan atau pelaporan. Mereka kini dipanggil untuk klarifikasi lebih lanjut, sementara IDF menegaskan akan memperketat kembali aturan terkait penghormatan simbol dan institusi keagamaan di wilayah operasi.

Gelombang kecaman datang dari berbagai pihak. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan terkejut dan sedih, sementara Menteri Luar Negeri Gideon Saar menyampaikan permintaan maaf kepada umat Kristen yang tersinggung. Insiden ini juga memicu reaksi keras dari komunitas internasional dan tokoh-tokoh Vatikan yang mengecam tindakan tersebut.

Patriark Latin Yerusalem Kardinal Pierbattista Pizzaballa menyampaikan kecaman keras atas apa yang disebut sebagai penodaan simbol iman Kristen. Di tengah meningkatnya ketegangan regional, insiden ini menambah sorotan terhadap perang Israel di Lebanon selatan yang telah menimbulkan ribuan korban dan memicu gelombang pengungsian warga sipil. (Zainal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *