JAKARTA, TegakNews. ID – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan S. Parman, tepatnya di kawasan Slipi – Palmerah menuju Kompleks DPR RI, dilaporkan telah dipotong. Pemotongan ini menimbulkan keresahan di kalangan warga sekitar.
Berdasarkan pantauan Tegak News.ID di lapangan, JPO yang sudah berdiri sejak era pemerintahan Presiden Soeharto itu kini kondisinya rusak dan tidak dapat digunakan. Padahal jembatan ini merupakan satu-satunya akses aman bagi pejalan kaki, pelajar, pekerja, dan masyarakat umum untuk menyeberang di ruas jalan yang sangat padat tersebut.
“Warga bertanya-tanya, apa salah jembatan ini sampai harus dipotong. JPO ini dibangun dengan uang rakyat, untuk keselamatan rakyat. Jangan sampai fasilitas publik dikorbankan hanya karena alasan keamanan saat ada aksi penyampaian pendapat,” ujar salah satu warga setempat.
Warga menilai, jika kekhawatiran adalah potensi kerusakan saat demonstrasi, maka penindakan hukum seharusnya diberikan kepada pelaku perusakan, bukan dengan merusak atau menutup fasilitas publik itu sendiri.
Melalui tulisan ini, warga berharap aspirasi mereka dapat didengar oleh para pemangku kebijakan. Khususnya kepada Gubernur DKI Jakarta, Bapak Pramono Anung, agar segera melakukan perbaikan dan mengaktifkan kembali JPO tersebut.
“Semoga tulisan sederhana ini bisa menjadi jembatan agar suara kami sampai. Kami hanya butuh kemudahan dan keamanan untuk menyeberang. Perbaiki lagi Pak, jangan hukum rakyat karena takut pada rakyat,” lanjut warga.
JPO bukan hanya infrastruktur, tetapi juga bentuk perlindungan negara kepada warganya. Kerusakan pada fasilitas publik berarti hilangnya rasa aman bagi masyarakat.
Tegak News ID berharap Pemprov DKI Jakarta segera menindaklanjuti dan memperbaiki JPO Jl. S. Parman demi keselamatan dan kenyamanan warga Jakarta.













