Tegas Gagasan Keadilan Masyarakat
banner 728x250

Mencari Teman Tidak Semudah Saat di Meja Makan (Mengenang Alm. Ko Atet)

J

Jakarta – Para sahabat almarhum ko Atet mendatangi Rumah Duka, di Jl. Kebon Jahe, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, untuk menyampaikan penghormatan terakhir kepada mendiang Ko Atet atas jasa-jasa dan kebaikannya selama hidupnya.

Hadir juga disana, Bapak Gofur, sahabat kental mendiang Ko Atet untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum.

Dalam suasana dukacita yang mendalam, Bapak Gofur mengenang bahwa semasa hidupnya mendiang Ko Atet sering berbuat kebaikan kepada teman-temannya.

“Pernah suatu hari, saya terkena serangan angin duduk, waktu itu lagi rapat Tim Pemenangan Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, yaitu Pramono Anung dan Rano Karno, di rumah kemenangan Pram Doel di area Menteng, Jakarta Pusat,” kenang Pak Gofur dengan mata berkaca-kaca, siang itu, Senin, 11 Mei 2026.

“Waktu saya terkena serangan angin duduk secara tiba tiba itu, beliau, Ko Atet langsung mengambil minyak gosok dan menggosokkannya ke sekujur tubuh saya. Lalu beliau mengerik tubuh saya secara seksama dengan uang recehan ke sekitar punggung saya, ” tambahnya.

“Bukan cuma itu, beliau juga mengantarkan saya pulang ke rumah saya, yang terbilang cukup jauh dari tempat kami rapat, rumah saya di daerah Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres, paling ujung baratnya Jakarta bagian Barat, ” imbuhnya.

“Waktu itu acara rapat Tim Pemenangan masih berjalan, dengan demikian uang transportasi belum diberikan, namun mendiang Ko Atet bersedia mengantarkan saya pulang ke kediaman saya yang terbilang jauh dari acara rapat,” kenang Pak Gofur dengan wajah sembab.

“Beliau rela meninggalkan rapat demi keselamatan jiwa saya yang saat itu butuh sekali pertolongan dari seorang kawan, ” tambahnya.

“Begitulah Ko Atet. Beliau adalah sahabat yang baik. Sahabat yang datang menolong disaat kita membutuhkan pertolongan. Mungkin benar kata Bang Haji Rhoma Irama, mencari teman tidak semudah saat di meja makan, ” pungkasnya.

Cerita Pak Gofur ini patut kita renungkan dan kita jadikan sebagai sebuah pelajaran. Begitulah sahabat sejati.

Selamat Jalan Ko Atet.
Selamat mengarungi kehidupan baru di alam sana, alam yang tidak ada lagi kepalsuan dan kemunafikan.

Semoga segala kebaikan beliau diterima disisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

banner 728x250
Penulis: JainalEditor: Norman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *